Senin, 24 Desember 2012

Barang Bekas


Lima Orang mahasiswa aktivis dengan membawa bantuan datang ke sebuah desa miskin.. Mereka membagi-bagikan pakaian bekas,sarung,baju,pakaian wanita yang semuanya pernah dipakai itu diterima dengan senang hati oleh masyarakat desa itu.
Setelah rombongan mahasiswa itu hendak pulang,Bukan hanya Lambaian Tangan yang mencerminkan rasa terima kasih masyarakat desa itu,bahkan dengan mata mereka ketika hendak melepas tamu tamu yang baik hati itu menggambarkan rasa syukur yang sangat
dalam.
Seorang Maahasiswa dalam mobil itu menangis seakan-akan tak kuasa menahan rasa haru.
"Tak usah engkau menangis,"ujar seorang temannya menenangkan,"mereka sangat gembira oleh pemberian kita!"
Tapi anak muda ituseperti tidak mendengar ucapan temannya.Ia masih terus tersedu.Setelah tangisnya Mulai Reda,,seorang temannya yang lain bertanya:"Aneh kau ini, sebenarnya engkau bergembira sehabis menggembirakan fakir miskin."
"Saya sangat terharu,dengan diberi baju bekas saja rasa terima kasihnya sudah sedalam itu,apalagi kalau yang kita berikan pakaian baru,yang belum pernah kita pakai.Sayang,keikhlasan kita berinfaq masih kelas barang bekas. Kapan kita bisa meningkatkan meningkatkan keikhlasan hati kita untuk berinfaq dengan barang-barang yang sangat saya senangi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar